Brenti jo Ba Komix
Alo''(nama samaran), Menurut pengakuan si alo, saat gue menanyakan sebab dari apa yang dia lakukan saat itu sangat mengagetkan karena opini yang dia berikan sangat jauh dari substansi masalaalah yang sedang kita perbincangkan.'' doh, qt kwa' da stres deng qt pe maytua,qt dapa tau dia da baku bbm deng cowo' laeng, qt ada minta depe penjelasan malah dia se putus pa qt, padahal qt kasiang ada ba bae bae akang pa dia, qt da se iko samua depe mau, kurang apale qt ini? mar biar jo, qt so trima depe keputusan itu, toh jodoh ndak mo kamana, kurang itu yang bekeng kuat tape hati zam(somo manangis) '', mendengar penjelasan dari Alo' ini, membuat gue memutar otak untuk menyingkron-kan pertanyaan dari gue dan jawaban dari alo' yang nggak nyambung dan malah terkesan curhat (curahan hati),sambil menceritakan kisah panjang tentang lika liku hubungan percintaannya,alo' asik menikmati puluhan bungkus komix yang telah di Mix dengan M150. Beberapa saat kemudian Alo' mulai menunjukan tingkah aneh, alo' duduk disudut kamarnya nampak seperti orang idot, dengan tatapan kosong dia menatap , ''apa so alo' da rasa rasa ini?'', akhirnya setelah terlarut dalam keadaan yang membingungkan, alo' pun mengeluarkan kata kata yang membuat gue syok minta ampun,''kalo ni hidop so bagini, tau2 kita mati supaya dia sanang!'' tiba tiba alo' berdiri dan mengambil pisau yang berada di atas meja dan diletakkan tepat di atas urat nadinya,''iris jo bro kalo nga so pasti surga'' setelah mendengarkan ucapan gue itu, alo' lalu menaruh pisau it kembali dan langsung berbaring di ranjang dan tidur, entah apa yang ada di pikran alo' saat itu, apakah memikirkan surga atau memang dia ingin hidup selamanya, ''mana mana jo pa ngana Alo''.
Menurut gue, Alo' telah sukses menjadi salah satu orang bodoh yang di maksud Enstein, Alo' menghadapi masalah dengan tindakan yang jelas merugikan dirinya sendiri, orang seperti ini memang pantas untuk di tempeleng agar akal pikirannya kembali dalam batok kepala, wajarlah gue memaki maki Alo' seperti ini, karena gue sebagai teman nggak terima dengan apa yang udah dia lakukan, terlepas dari masalah yang dia hadapi saat ini.soo, para pembaca pantaslah mengambil pelajaran dari cerita tentang alo' ini, karena sesungguhnya sebesar apapun masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, nggak perlu harus dengan Komix yang pada hakikatnya itu di buat untuk para penderita batuk, bukan sebagai pemecah masalah kehidupan. saran gue bagi para penikmat Komix hanya 1," Brenti jo ba Komix"
x
Alo''(nama samaran), Menurut pengakuan si alo, saat gue menanyakan sebab dari apa yang dia lakukan saat itu sangat mengagetkan karena opini yang dia berikan sangat jauh dari substansi masalaalah yang sedang kita perbincangkan.'' doh, qt kwa' da stres deng qt pe maytua,qt dapa tau dia da baku bbm deng cowo' laeng, qt ada minta depe penjelasan malah dia se putus pa qt, padahal qt kasiang ada ba bae bae akang pa dia, qt da se iko samua depe mau, kurang apale qt ini? mar biar jo, qt so trima depe keputusan itu, toh jodoh ndak mo kamana, kurang itu yang bekeng kuat tape hati zam(somo manangis) '', mendengar penjelasan dari Alo' ini, membuat gue memutar otak untuk menyingkron-kan pertanyaan dari gue dan jawaban dari alo' yang nggak nyambung dan malah terkesan curhat (curahan hati),sambil menceritakan kisah panjang tentang lika liku hubungan percintaannya,alo' asik menikmati puluhan bungkus komix yang telah di Mix dengan M150. Beberapa saat kemudian Alo' mulai menunjukan tingkah aneh, alo' duduk disudut kamarnya nampak seperti orang idot, dengan tatapan kosong dia menatap , ''apa so alo' da rasa rasa ini?'', akhirnya setelah terlarut dalam keadaan yang membingungkan, alo' pun mengeluarkan kata kata yang membuat gue syok minta ampun,''kalo ni hidop so bagini, tau2 kita mati supaya dia sanang!'' tiba tiba alo' berdiri dan mengambil pisau yang berada di atas meja dan diletakkan tepat di atas urat nadinya,''iris jo bro kalo nga so pasti surga'' setelah mendengarkan ucapan gue itu, alo' lalu menaruh pisau it kembali dan langsung berbaring di ranjang dan tidur, entah apa yang ada di pikran alo' saat itu, apakah memikirkan surga atau memang dia ingin hidup selamanya, ''mana mana jo pa ngana Alo''.
Menurut gue, Alo' telah sukses menjadi salah satu orang bodoh yang di maksud Enstein, Alo' menghadapi masalah dengan tindakan yang jelas merugikan dirinya sendiri, orang seperti ini memang pantas untuk di tempeleng agar akal pikirannya kembali dalam batok kepala, wajarlah gue memaki maki Alo' seperti ini, karena gue sebagai teman nggak terima dengan apa yang udah dia lakukan, terlepas dari masalah yang dia hadapi saat ini.soo, para pembaca pantaslah mengambil pelajaran dari cerita tentang alo' ini, karena sesungguhnya sebesar apapun masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, nggak perlu harus dengan Komix yang pada hakikatnya itu di buat untuk para penderita batuk, bukan sebagai pemecah masalah kehidupan. saran gue bagi para penikmat Komix hanya 1," Brenti jo ba Komix"
Alo''(nama samaran), Menurut pengakuan si alo, saat gue menanyakan sebab dari apa yang dia lakukan saat itu sangat mengagetkan karena opini yang dia berikan sangat jauh dari substansi masalaalah yang sedang kita perbincangkan.'' doh, qt kwa' da stres deng qt pe maytua,qt dapa tau dia da baku bbm deng cowo' laeng, qt ada minta depe penjelasan malah dia se putus pa qt, padahal qt kasiang ada ba bae bae akang pa dia, qt da se iko samua depe mau, kurang apale qt ini? mar biar jo, qt so trima depe keputusan itu, toh jodoh ndak mo kamana, kurang itu yang bekeng kuat tape hati zam(somo manangis) '', mendengar penjelasan dari Alo' ini, membuat gue memutar otak untuk menyingkron-kan pertanyaan dari gue dan jawaban dari alo' yang nggak nyambung dan malah terkesan curhat (curahan hati),sambil menceritakan kisah panjang tentang lika liku hubungan percintaannya,alo' asik menikmati puluhan bungkus komix yang telah di Mix dengan M150. Beberapa saat kemudian Alo' mulai menunjukan tingkah aneh, alo' duduk disudut kamarnya nampak seperti orang idot, dengan tatapan kosong dia menatap , ''apa so alo' da rasa rasa ini?'', akhirnya setelah terlarut dalam keadaan yang membingungkan, alo' pun mengeluarkan kata kata yang membuat gue syok minta ampun,''kalo ni hidop so bagini, tau2 kita mati supaya dia sanang!'' tiba tiba alo' berdiri dan mengambil pisau yang berada di atas meja dan diletakkan tepat di atas urat nadinya,''iris jo bro kalo nga so pasti surga'' setelah mendengarkan ucapan gue itu, alo' lalu menaruh pisau it kembali dan langsung berbaring di ranjang dan tidur, entah apa yang ada di pikran alo' saat itu, apakah memikirkan surga atau memang dia ingin hidup selamanya, ''mana mana jo pa ngana Alo''.
Menurut gue, Alo' telah sukses menjadi salah satu orang bodoh yang di maksud Enstein, Alo' menghadapi masalah dengan tindakan yang jelas merugikan dirinya sendiri, orang seperti ini memang pantas untuk di tempeleng agar akal pikirannya kembali dalam batok kepala, wajarlah gue memaki maki Alo' seperti ini, karena gue sebagai teman nggak terima dengan apa yang udah dia lakukan, terlepas dari masalah yang dia hadapi saat ini.soo, para pembaca pantaslah mengambil pelajaran dari cerita tentang alo' ini, karena sesungguhnya sebesar apapun masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, nggak perlu harus dengan Komix yang pada hakikatnya itu di buat untuk para penderita batuk, bukan sebagai pemecah masalah kehidupan. saran gue bagi para penikmat Komix hanya 1," Brenti jo ba Komix"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar